Rabu, 28 Januari 2009

KONDISI JALAN PANTURA


Secara umum jalur Pantura Jawa sepanjang 1.316 Km (tabel Nomor:1), merupakan jalan Arteri primer yang menerus yang menghubungkan bagian barat Indonesia dengan bagian timur Indonesia disamping sebagai bagian dari jalur sistem transportasi nasional juga merupakan bagian dari Asean dan Asia Highways, sehingga membuka peluang meningkatkan perdagangan dan investasi dan sekaligus tantangan dengan semakin meningkatnya akses bagi negara negara lain.
Jalur Pantura tersebut melewati kota kota metropolitan seperti Jakarta, semarang dan Surabaya; kota sedang/besar seperti Cilegon, Serang, Tangerang, Bekasi, Karawang,Indramayu, Cirebon, brebes,Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Demak,Kudus, Pati, Tuban,Gresik,Pasuruan, Probolinggo, Banyuwangi; kota kota kecil seperti Merak, Balaraja, Cikampek, Pamanukan, Sukra, Patrol, Kandanghaur, Lohbener, Jatibarang, Palimanan, Losari,Weleri, Kaliwungu,Rembang, Widang, Gempol, Asembagus dan lain lain.
Pada daerah kota metropolitan, kota besar/sedang ,kota kecil lalu lintas kendaraan yang bertujuan jauh masih tercapur dengan lalu lintas kendaraan lokal, sehingga tingkat pelayanan jalan Arteri primer tersebut di daerah perkotaan sangat menurun.
Lebar daerah milik jalan sekitar 15 – 45 M dengan lebar perkerasan antara 6 – 14 M, jumlah dan jarak antar akses, pengaturan persimpangan, serta pengarus delay akibat akses tata guna lahan belum dilakukan kontrol sebagaimana yang ditetapkan dalam undang undang jalan.Kondisi geometrik umumnya tidak memiliki median serta tidak ditunjang oleh kelengkapan jalan yang cukup, kecepatan kendaraan rata rata jauh dibawah kecepatan rencana, kapasitas dan derajad kejenuhan pada beberapa ruas V/C rasio 0,7 -> 1.00 terutama di daerah perkotaan, beban gandar terutama truck > 10,0 ton, dan komposisi arus lalulintas terutama diperkotaan didominasi kendaraan ringan (mobil pribadi, motor, taksi, angkot,dll).
Manajemen angkutan umum dan barang sepanjang jalan nasional tersebut belum ada pengaturan khusus, masih diperbolehkannya kendaraan parkir sepanjang badan jalan dan struktur jaringan jalan primer (kolektor, lokal) belum sepenuhnya lengkap menghubungkan jalan Pantura dengan pusat pusat kegiatan ekonomi, outlet dan daerah pemasaran maupun perkotaan sesuai dengan hirarkinya.

TOTAL PANJANG JALAN PANTURA JAWA (MERAK – BANYUWANGI) TIDAK TERMASUK DKI
1 PANJANG JALAN PANTURA PROP.BANTEN 103,71 Km
3 PANJANG JALAN PANTURA PROP.JAWA BARAT, PALIMANAN 267,06 Km
4 PANJANG JALAN PANTURA PROP.JABAR KARANGAMPEL CIREBON 71,01 Km
5 PANJANG JALAN PANTURA PROP.JAWA TENGAH 212,08 Km
6 PANJANG JALAN PANTURA PROP.JAWA TENGAH 171,12 Km
7 PANJANG JALAN PANTURA PROP.JAWATIMUR 147,36 Km
8 PANJANG JALAN PANTURA PROP.JAWA TIMUR 281,84 Km
J U M L A H 1,254,28 Km

Secara umum pada awal tahun 2003 kondisi jalur Pantura mulai dari Merak sampai Banyuwangi dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Berawal dari Propinsi Banten dengan panjang 103,71 Km , kondisi Pantura di Propinsi Banten :

  2. Kondisi jalan di jalur pantura Jawa barat :

  3. Kondisi jalan di jalur pantura Jawa Tengah (Jateng):

  4. Sedangkan di daerah Jawa Timur, kondisi jalan adalah:

Secara umum dapat dikatakan bahwa kondisi pisik jalan Pantura adalah sebagian mantap dan sebagian tidak mantap dan kalau yang tidak mantap ini kurang terpeliharan sewaktu waktu terutama pada musim hujan akan berubah menjadi kritis.
Selain kondisi fisik tersebut kondisi unsur pelaksana proyek yang terdiri pemilik, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor masih perlu ditingkatkan karena dilapangan masih terdapatnya hasil pembangunan atau pemeliharaan jalan yang mutunya tidak sesuai dengan spsesifikasi sehingga sering mengakibatkan kerusakan dini.
Kondisi pengguna jalan dan pemanfaat jalan juga masih perlu ditingkatkan kesadarannya dengan menegakkan peraturan seperti menjalankan kendaraan dengan beban lebih (hampir 2 kali lipat dari beban yang diijinkan), banyaknya masyarakat yang menggunakan damija untuk tempat tempat berjualan, penutupan selokan selokan samping, munculnya perijinan daerah komersial ditepi jalan jalan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar